Rekomendasi

Harga Cabai Kembali Normal, Lonjakan Hanya Siklus Musiman

Jumat, 16 April 2021 : 22.00
Published by Hariankota


SURABAYA
- Harga cabai di pasaran berangsur turun. Cabai rawit yang tadinya menyentuh harga Rp 100.000/kg di tingkat petani, kini kembali di angka Rp 30.000/kg.


"Alhamdulillah, sekarang cabai sudah normal kembali. Di tingkat petani itu Rp30.000/kg. Saya tegaskan bahwa naiknya harga cabai tempo hari karena belum memasuki masa panen di daerah sentra,” kata Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto, Jumat (16/4/2021).


Sementara itu Pengamat pangan IPB sekaligus Ketua Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI), Dwi Andreas Santoso menilai dalam waktu dekat kondisi harga komoditas cabai di pasaran secara perlahan akan berangsur rurun.


Menurut Dwi Andreas, kenaikan yang terjadi selama ini merupakan siklus musiman biasa yang disebabkan cuaca ekstrem, seperti curah hujan tinggi.


Siklus ini, bahkan sudah diamati dirinya sejak 7 tahun lalu, dan dijumpai setiap puasa dan lebaran harga komoditas utama seperti cabai, bawang dan ayam potong akan mengalami kenaikan.


"Sebenarnya tidak ada kaitannya dengan ramadhan atau lebaran. Kenaikan ini hanya siklus musiman biasa akibat cuaca ekstrim. Dan kalau kita perhatikan saat ini nampaknya mulai kembali normal," ujar Dwi Andreas.


Disisi lain, kata Dwi, kondisi harga subsektor tanaman pangan sejauh ini dalam kondisi yang wajar. Hal ini bisa dilihat dari data margin perdagangan dan pengangkutan (MPP) tanaman pangan selama 5 tahun terakhir.


"Kalau kita melihat data MPP hortikukultura memang relatif tinggi bahkan bisa 60%. Tapi kalau MPP untuk tanaman pangan selama 5 tahun ini masih dalam batas wajar, yakni sekitar 20%," katanya.


Apalagi kalau dikaitkan dengan pembelian cabai dengan harga yang mahal itu kadang-kadang memilki dampak bagus. Sebab, membantu peningkatan kesejahteraan petani.


Terkait hal ini, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Anggia Ermarini mengatakan,ke depan harus ada analisa yang dalam mengapa kondisi harga di lapangan mengalami lonjakan.


"Saya setuju kalau kenaikan ini karena siklus, tapi bukan siklus yang biasa saja. Perlu anasilis yang dalam seperti apa dan kira kira sampai berapa lama kenaikan ini terjadi. Saya kira ini sangat penting sebab petani butuh kepastian," katanya.


Untuk menjawan berbagai analissis tersebut, Komisi IV, kata Anggia akan melakukan pengecekan langsung mengenai situasi yang terjadi di lapangan.


"Minggu ini kita akan datang ke pasar dan ke Bulog untuk mengecek langsung seperti apa situasi harga di lapangan," katanya.


Asosiasi Pedagang Pasar, Ngadiran juga menyampaikan keyakinan yang sama. Ia yakin bahwa kondisi harga-harga di lapangan akan kembali pulih dalam waktu dekat.


Meski demikian, ia meminta pemerintah tetap memberi kepastian, agar masyarakat bisa menjalankan ibadahnya dengan baik.


"Kondisi saat ini bulan puasa belum masuk, tapi ada beberapa komoditi yang harganya masih bertahan di atas. Untuktu cabai memang sudah turun, tetapi kalau naik, untungnya harus benar-benar sampai ke tingkat petani," katanya.



Jurnalis : Nurul
Editor : Mahardika

Share this Article :