Rekomendasi

Menteri KP Dukung Inovasi Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan

Jumat, 30 April 2021 : 23.15
Published by Hariankota


SEMARANG - Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono mendukung inovasi alat tangkap ikan ramah lingkungan untuk digunakan oleh nelayan di Indonesia. 

Alat tangkap ikan ramah lingkungan yang dibuat oleh Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) di Semarang. Alat terebut dinamakan Rumah Ikan.


"Alat tangkap ramah lingkungan memberi keuntungan dua sisi, yakni sisi ekonomi dan juga kelestarian lingkungan. Ini mendukung tujuan kita semua untuk mewujudkan keberlanjutan ekosistem di laut," ujar Menteri KP Trenggono saat mengunjungi Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (30/4/2021).


Rumah ikan memiliki beberapa keunggulan, diantaranya ukurannya yang besar sehingga ikan-ikan yang diambil/tertangkap adalah ikan-ikan besar dan lebih ramah lingkungan.


"Saya minta Pak (Plt.) Dirjen Tangkap untuk segera menyusun program pembuatan rumah ikan ini secara masif," lanjutnya.  


Kalau rumah ikan ini di pasang satu-satu di spot-spot yang sudah disiapkan, ini menjadi salah satu implementasi dari ekonomi biru. Harapannya di satu titik nelayan bisa mendapat ikan banyak disitu, ini lebih baik dari menggunakan jaring. 


"Jadi yang diambil ikan-ikan yang sudah besar, sehingga ekonomi biru bisa diwujudkan," jelas Trenggono.


Selain Rumah Ikan, BBPI Semarang juga membuat inovasi alat tangkap ikan bernama Bubu Lipat. Alat tangkap ini juga memiliki ukuran yang besar, dapat dilipat, mudah dalam pelipatan dan penegakan, mempunyai umur ekonomi yang lebih panjang dan tentunya ramah lingkungan.


Alat tangkap ini telah digunakan untuk melatih nelayan Belitung yang sebelumnya memakai alat tangkap Bubu Tradisional yang terbuat dari bambu, dimana ukurannya sangat besar dan membutuhkan ruang besar untuk penyimpanan dan juga tidak tahan lama. Selain telah digunakan nelayan Belitung, Bubu Lipat juga sudah diuji di perairan Jepara, dan Natuna.


Dengan inovasi yang telah dilakukan BBPI Semarang, Trenggono mengajak nelayan untuk beralih menggunakan rumah ikan dan alat tangkap ramah lingkungannya. Ia juga mengimbau agar nelayan menghindari penangkapan biota laut yang masih berukuran kecil, demi menjaga keberlanjutan ekosistem laut dan mewujudkan ekonomi biru.




Jurnalis : Nugi
Editor : Mahardika

Share this Article :