Rekomendasi

Menteri Perindustrian : Bali Menjadi Pilot Project Pengembangan Kendaraan Listrik

Kamis, 01 April 2021 : 20.17
Published by Hariankota


BADUNG
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali  karena telah memiliki Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. 


"Sehingga Bali bisa menjadi pilot project untuk pengembangan kendaraan listrik," jelas Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. 

Dirinya menyambut baik kerja sama antara Toyota Indonesia dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dalam meluncurkan pilot project pengembangan kendaraan listrik di Bali.

"Saya harap Pemerintah Provinsi Bali agar dapat menindaklanjuti penerapan zona-zona khusus kendaraan listrik di wilayah Bali,” jelasnya.  

Sementara itu, Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dalam sambutannya menyampaikan kami di Provinsi Bali memiliki komitmen terhadap kelestarian 
lingkungan yang diwujudkan dengan mengeluarkan regulasi berupa Peraturan Daerah 
Nomor 9 Tahun 2020 tentang Rencana Umum Energi 
Daerah (RUED) Provinsi Bali Tahun 2020-2050. 

Roh Perda ini kemudian diturunkan ke dalam dua peraturan gubernur yang diharapkan dapat menjadi 
landasan bagi proses pembangkitan dan penggunaan 
energi yang sepenuhnya ramah lingkungan. 

"Di sektor hulu, Pemerintah Provinsi Bali menerbitkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih, yang intinya mengatur bahwa energi yang digunakan di Bali harus berupa energi bersih 
yang bersumber dari energi baru terbarukan dan/atau 
gas. 

"Peraturan ini dilengkapi dengan pengaturan di 
sektor hilir penggunaan energi melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai," ujar Wagub Bali yang dikenal dengan nama Cok Ace ini.

Lebih lanjut, Cok Ace yang mewakili Gubernur Koster mengatakan Program Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) sebagai amanat 
Pergub Bali Nomor 48 Tahun 2019 dilaksanakan berdasarkan pertimbangan bahwa penggunaan 
kendaraan bermotor listrik sebagai moda transportasi 
yang nyaris tidak menghasilkan emisi karbon. 

Hal itu diharapkan dapat menekan secara sangat signifikan 
pencemaran udara yang dihasilkan oleh sektor transportasi yang merupakan salah satu sektor yang 
berkontribusi paling besar atas pencemaran udara di 
Bali. 

Sedangkan Menparekraf Sandiaga Uno menyampaikan Kemenparekraf sangat mendukung pengoperasian kendaraan listrik di wilayah ITDC, Nusa Dua dengan menghadirkan program Toyota EV Smart Mobility Project.

"Project EV Smart Mobility yang dihadirkan oleh Toyota Astra-Motor bersama dengan ITDC akan menjadi satu ekosistem dari pariwisata berbasis nature dan culture," tutup Sandiaga Uno.



Jurnalis : Made
Editor : Mahardika 

Share this Article :