Rekomendasi

Pemprov Bali Siapkan Lahan Sebagai Pusat Pengembangan Olahraga Tinju

Senin, 19 April 2021 : 19.30
Published by Hariankota


DENPASAR
- Gubernur Bali, Wayan Koster memberikan dukungan penuh kepada Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Provinsi Bali sebagai upaya untuk mencetak kembali bibit-bibit atlet boxing yang diharapkan mampu berprestasi di kancah nasional dan dunia. 


Salah satu bentuk dukungannya dengan menyiapkan lahan seluas 25 are milik Pemprov Bali yang nantinya bisa digunakan sebagai pusat pengembangan olahraga tinju sekaligus mengintegrasikan antara sport science dan sport tourism di Pulau Dewata. 


"Sebab Bali telah menjadi daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara, sehingga perlu nantinya pariwisata ini dipertemukan dalam suatu event olahraga," paparnya.  


Tidak hanya mensupport lahan, kedepan saya juga akan mensupport pengembangan olahraga ini dari hulu sampai hilir. 


Wayan Koster mengungkapkan bahwa sudah lama ia memimpikan agar olahraga tinju kembali berjaya dan membawa nama Bali di kancah nasional hingga internasional.


"Olahraga tinju di Bali sempat berjaya di era Bapak Adi Swandana dan setelah itu puluhan tahun olahraga ini tidak pernah kedengaran lagi prestasinya," ceritanya. 


Ketua Pertina Provinsi Bali, Made Muliawan Arya mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Koster yang telah mensuport penuh Pertina Provinsi Bali. 


"Sehingga kita bisa mengeliatkan kembali tinju di Bali. Apalagi atlet tinju di Bali, disebutkannya akan ada yang berlaga di PON dan bergabung di Pelatnas," jelasnya.  


Ketua Umum Pertina Indonesia, Mayor Jenderal (Purn) Komaruddin Simanjuntak dalam sambutannya mengatakan Pertina Bali harus mampu menunjukan kemampuan dan semangat berprestasi dengan selalu membawa nama merah putih. 


"Saya harap Pertina Bali bisa mewujudkan visi saya dengan mengembalikan marwah Pertina ke masa kejayaannya di era 70 sampai 80-an dengan cara membenahi organisasi, memberikan seorang atlet sarana dan prasarana latihan, memberlakukan program pembinaan anak usia dini, meningkatkan frekuensi bertanding, dan membangun sport science," tegasnya.



Jurnalis : Made
Editor : Mahardika

Share this Article :