Rekomendasi

Penjelasan Menkeu Terkait Aturan Pelonggaran Penjaminan Pemerintah

Kamis, 08 April 2021 : 22.45
Published by Hariankota


JAKARTA
  - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 32/PMK.08/2021 tentang Tata Cara Penjaminan Pemerintah untuk Pelaku Usaha Korporasi melalui Badan Usaha Penjaminan yang Ditunjuk dalam Rangka Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional.

“Ini adalah respon kita untuk terus membuat instrumen pemulihan ekonomi tetap relevan dan menjangkau dunia usaha sebanyak mungkin,” ungkap Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat menjadi pembicara pada Bali Economic and Investment Forum 2021, pada Kamis (08/04/2021) seperti dikutip dari InfoPublik.id. 

Untuk diketahui, PMK yang berlaku mulai 1 April 2021 ini merupakan hasil relaksasi ketentuan dalam PMK-98/PMK.08/2020.

PMK-32/PMK.08/2021 bertujuan untuk memperluas akses korporasi mendapatkan penjaminan kredit. Harapannya, pelaku usaha dapat memanfaatkan fasilitas program ini secara maksimal. 

Terdapat beberapa perubahan kriteria pada PMK-32/PMK.08/2021, yakni meliputi kriteria pelaku usaha korporasi, minimum karyawan, tenor pinjaman dan minimal pinjaman, pembagian cluster dan subsidi pemerintah untuk imbal jasa penjaminan (IJP), restrukturisasi penjaminan dan pinjaman sindikasi, batas akhir penjaminan, sektor prioritas, ketentuan pinjaman, batas pengajuan tagihan IJP, serta rumus IJP.

Adanya relaksasi penjaminan kredit ini merupakan langkah pemerintah menggunakan instrumen fiskal melalui sektor keuangan. Kemenkeu bekerja sama dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan untuk terus memberikan dukungan dari sektor keuangan di dalam mendukung pemulihan ekonomi. 

“Sektor perbankan yang memiliki likuiditas bisa mulai melakukan pinjamannya. Sektor usaha mampu mengakses pinjaman tersebut. Pemerintah memberikan katalis dan penjaminan sehingga dua belah pihak merasa cukup tenang dan punya confidence untuk memulai lagi aktivitasnya,” pungkas Menkeu.


Reporter: Sanusi 
Penulis: Sanusi
Editor: Gunadi




Share this Article :