Rekomendasi

Usai Membunuh Hendak Bakar Jasad Korban, Terdakwa Dituntut Hukuman Mati

Selasa, 06 April 2021 : 17.08
Published by Hariankota


SUKOHARJO- Sidang kasus pembunuhan seorang wanita bernama, Yulia (42) warga Solo dengan terdakwa Eko Prasetyo (30) warga Bendosari, Sukoharjo yang terjadi Oktober 2020 lalu telah memasuki babak tuntutan. 


Informasi yang didapat hariankota.com, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan hukuman mati. Korban yang merupakan rekan bisnis terdakwa, nyawanya dihabisi di sebuah kandang ayam dan jasadnya hendak dibakar dalam sebuah mobil untuk menghilangkan jejak.


“JPU menuntut terdakwa dengan hukuman mati karena terdakwa melakukan pembunuhan berencana, pencurian disertai kekerasan dan pembakaran terhadap korban,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sukoharjo, Tatang Agus Volleyantono, saat dikonfirmasi, Selasa (6/4/2021).


Saat ini, sambungnya, JPU tinggal menunggu sidang vonis dan berharap majelis hakim menjatuhkan vonis sesuai tuntutan yang diajukan JPU, yaitu hukuman mati. Untuk sidang pembacaan vonis direncanakan digelar pada 12 April mendatang.


"Karena ini masih masa pandemi Covid-19, proses persidangan digelar secara virtual," imbuh Tatang.


Sementara, Pejabat Humas Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo, Saiman saat dikonfirmasi terpisah membenarkan jika sidang tuntutan kasus pembunuhan dengan terdakwa Eko Prasetyo sudah digelar. 


"Sidang dipimpin Majelis Hakim M Buchary Kurniata Tampubolon dan dua hakim anggota masing-masing Dewi Rindaryati dan Wahyu Kusumaningrum," sebutnya.


Seperti diberitakan, kasus pembunuhan ini terungkap setelah jasad korban ditemukan dalam sebuah mobil yang sengaja dibakar oleh terdakwa untuk menghilangkan jejak di sebuah halaman toko bahan bangunan di Desa Sugihan, Bendosari,Selasa malam, 20 Oktober 2020 lalu. 


Korban sebelumnya pada Selasa siang dihabisi terdakwa di kandang ayam di Dukuh Ngesong, Desa Puhgogor, Bendosari. Terdakwa nekat membunuh korban lantaran terjerat persoalan hutang - piutang. Saat kejadian, korban semula datang hendak menagih, namun justru dibunuh terdakwa.




Jurnalis : Sapto 
Editor : Mahardika

Share this Article :