Rekomendasi

Ada Temuan Pungli, Gibran Perintahkan Uang Dikembalikan

Minggu, 02 Mei 2021 : 22.08
Published by Hariankota


SOLO
- Terima laporan warga ada dugaan pungli di wilayah Gajahan Solo, Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka turun langsung mengunjungi toko yang ada di seputaran Pasar Klewer.  


Ada sekitar lima toko yang didatangi Gibran untuk mengembalikan uang hasil pungli oknum Kelurahan Gajahan. Modusnya dengan meminta sumbangan untuk zakat, infaq dan shodakoh.  


Gibran, terlihat langsung mendatangi toko-toko di seputaran Pasar Klewer untuk mengembalikan uang yang kemarin diserahkan pada petugas Linmas Kelurahan Gajahan. Nominal uang yang dikembalikan pada pemilik toko antara Rp.  50-100 ribu.  


Kepada pemilik dan karyawan toko Gibran berpesan agar tidak lagi memberikan uang pada pihak manapun yang memberikan edaran untuk meminta zakat dan shodaqah. Karena hal tersebut tidak dibenarkan. 


"Pesen saya ibu, besuk kalau ada yang minta lagi jangan dikasih," jelas Gibran pada salah satu pemilik toko,  Minggu (2/5).


Kepada awak media,  Mas Gibran sampaikan setidaknya sudah 145  toko yang dimintai uang dengan modus membawa surat edaran dengan jumlah total Rp. 11,5 juta. 


"Kasus ini langsung kami tangani,  yan jelas ini tidak boleh, karena sudah menyalahi aturan. Hari ini pak Camat akan mengembalikan uangnya ke masing-masing toko," tegasnya.  


Untuk langkah selanjutnya, mas Gibran akan menyerahkan kasus tersebut kepada Inspektorat dan Dinas terkait. Untuk sementara sambil menunggu proses selanjutnya Lurah tersebut akan dinonaktifkan untuk sementara waktu. 


"Kasusnya ditangani inspektorat. Langkah selanjutnya bagi Lurah akan dibebas tugaskan per hari Senin (3/5) besuk," lanjut Gibran. 


Walikota Solo kembali menegaskan untuk sumbangan Zakat, Infaq dan Shodaqoh sudah ada yang bertanggungjawab mengurus yakni Badan Amil Zakat (BAZNAS).  Tidak boleh pihak lain menggunakan edaran untuk meminta hal tersebut meski tidak wajib. Dimana mereka rutin meminta sumbangan kepada toko-toko.  


"Apapun alasannya pungli untuk memberikan THR tidak boleh. Di suratnya tercantum untuk  Zakat, Sodaqoh. Itu tidak boleh. Yang namanya tradisi-tradisi jelek seperti ini tidak boleh diteruskan. Sekali lagi ya kita harus membiasakan diri untuk sesuatu yang benar. Jangan membenarkan sesuatu yang sudah biasa. Gitu lo. tradisi pungli kok dibiarkan. Ini gak bisa harus dipotong. Gak boleh seperti itu," tandasnya. 


Walikota juga akan melakukan pengecekan di wilayah lainnya. Biasanya jika satu (kasus) sudah muncul maka yang lainnya juga ikut bersuara. 


"Jangan harap Camat, Lurah mempunyai mainset seperti ini. Kita pelayan publik harusnya tidak boleh seperti ini," tutup Gibran. 




Jurnalis : Dita
Editor : Mahardika

Share this Article :