Rekomendasi

Dua Pasang Elang Laut Dada Putih Dilepasliarkan di Bangka Tengah

Rabu, 26 Mei 2021 : 20.41
Published by Hariankota


JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE), Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Polda Kep Babel) dan Pemerintah Provinsi Kep Babel lepas dua pasang Elang Laut Dada Putih (Halieetus Leucogaster). Kedua pasang burung tersebut di lepasliarkan di kawasan Hutan Lindung Mangrove Munjang, Bangka Tengah, Provinsi Kepuauan Bangka Belitung (Kep Babel).


Direktur Jenderal (Dirjen) KSDAE Wiratno mengatakan, kegiatan pelepasliaran empat ekor satwa dilindungi ini diinisiasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan yang didukung Yayasan Animal Lovers Bangka Indonesia (ALOBI) dalam rangka rangkaian Hari Keanekaragaman Hayati Internasional (International Day for Biological Diversity).


“Kegiatan yang ini sekaligus menjadi sarana edukasi dan publikasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem, pelestarian satwa, dan daya dukung kawasan konservasi sebagai habitat satwa yang merupakan implementasi dari program Kementerian LHK Melestarikan Satwa Liar Milik Negara,” ujar Dirjen KSDAE dalam keterangan resminya, Rabu (26/5/2021).


Lebih lanjut Dirjen KSDAE menjelaskan, keempat satwa yang diberi nama Gab, Bek, Par, dan Pad tersebut berasal dari hasil penyerahan sukarela masyarakat Gabek, Pangkal Pinang dan Parit Padang, Sungailiat, Provinsi Kep. Bangka Belitung.


Dalam hal ini Yayasan ALOBI dinilai berjasa dalam membantu KLHK dalam melakukan pelepasliaran satwa dilindungi yang jumlahnya mencapai 7.122 ekor sejak 2014.


"Yayasan ALOBI telah membantu melepasliarkan sebanyak 7122 individu satwa, yaitu 136 individu satwa mamalia, 6740 individu Burung, dan 246 individu Reptil sejak tahun 2014. Kepedulian tersebut, kemudian diperkuat melalui kerjasama dengan Balai KSDA Sumatera Selatan mulai tahun 2018,” imbuh dia.


Dirjen Penegakan Hukum LHK Rasio Ridho Sani menambahkan, Elang Laut merupakan satwa langka tersebut penting dan telah menjadi perhatian publik dan aktivis perlindungan satwa internasional.


Untuk itu, dia mengimbau semua pihak untuk menjaga keberadaan satwa dilindungi ini dan melakukan pencegahan menangkapnya dengan memberikan penyadaran kepada masyarakat dan melibatkan masyarakat dalam pengamanan kawasan hutan.


"Kejahatan terjadi karena bisa saja mereka tidak tahu, sehingga kami berikan upaya penyadaran tersebut," kata Dirjen Gakkum LHK.



Jurnalis : San
Editor : Mahardika

Share this Article :