Rekomendasi

Enam Tersangka Ditetapkan Dalam Kasus Suket Rapid Genose Palsu

Jumat, 28 Mei 2021 : 23.17
Published by Hariankota


AMBON
- Direktorat Kriminal Umum Polda Maluku telah menetapkan enam tersangka yang terlibat jaringan pemalsuan surat hasil rapid tes genose.


Kabid Humas Polda Maluku, Kombespol M Rum Ohoirat sebut mereka yang sudah ditetapkan sebagai tersangka adalah dua pegawai kantor Biro Travel di kota Ambon berinisial R (49) dan H (34). Kemudian pegawai Puskemas  berinsial H (40),  pihak rental komputer  berinsial S (40). termasuk  R (26) dan M (38).


"Sudah resmi tersangka dan langsung ditahan," paparnya, Jumat (28/5/2021).


Ungkap kasus pemalsuan surat keterangan Rapid dan Genose terungkap setelah Polisi melakukan penyelidikan berdasarkan informasi yang diterima. Hasilnya mereka diamankan beserta sejumlah barang buktinya, Kamis (28/5) kemarin.  


Hasil penangkapan kedua pegawai Travel ini, dikembangkan dan Polisi berhasil menangkap 4 pelaku lainnya di lokasi yang berbeda.


"Penangkapan dilakukan berdasarkan informasi masyarakat," lanjut  Direktur Ditreskrimum Polda Maluku, Kombes Pol. Sih Harno. 


Pengakuan tersangka praktik pemalsuan Surat Rapid dan Genose sudah dilakukan mulai bulan April lalu. Modusnya, R dan H menawarkan Surat Rapid dan Genose tanpa melakukan tes kepada masyarakat yang memesan tiket di Travel tempat mereka kerja. 


Masing-masing dikenakan biaya Rp200 ribu untuk surat keterangan antigen dan Rp50 ribu untuk Genose.

Jika ada yang berminat,  pelaku ini  menghubungi H.  Selanjutnya H menghubungi S, pegawai rental komputer, untuk mencetak surat keterangan rapid antigen. 


Petugas berhasil menyita barang bukti berupa Uang tunai  Rp14.750.000,  tiga unit laptop, satu unit komputer, satu unit printer, 6 buah handphone, satu cap stempel, enam lembar hasil tes, empat genos dan dua rapid.


"Keenam pelaku terancam 6 tahun penjara karen melanggar Pasal 263 ayat (1) KUHP tentang membuat surat palsu," tutupnya.  




Jurnalis : Cahyo 
Editor : Mahardika

Share this Article :