Rekomendasi

Galang Dana dan Do'a Untuk Palestina, Elemen Umat Islam Solo Raya Sukses Kumpulkan Ratusan Juta

Selasa, 18 Mei 2021 : 11.24
Published by Hariankota

 


SUKOHARJO - Sejumlah elemen umat Islam Solo Raya menggelar acara "Do'a Untuk Negeri Palestina" sekaligus melakukan aksi galang dana bagi rakyat Palestina yang menjadi korban konflik. Kegiatan dengan pengawasan ketat Satgas Covid-19 Sukoharjo ini berlangsung di Masjid Jami' Baitul Makmur, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Senin (17/5/2021) malam.


Pantauan dilapangan, dari Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Majelis Taklim Al-Ukhuwah, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), hingga Ormas Bang Japar, mereka mendukung acara mengajak masyarakat berdonasi untuk Palestina.


Tak sampai dua jam kegiatan berlangsung dari pukul 19.30 WIB hingga pukul 21.00 WIB, ratusan juta rupiah berhasil dikumpulkan panitia dari peserta yang berdatangan hadir dilokasi. Mayoritas yang datang dari berbagai daerah di Solo Raya.


"Alhamdulillah, total donasi yang terkumpul berupa uang tunai sebanyak Rp 230.596.000. Donasi emas berupa antam seberat 0,25 gram dan gelang 4,90 gram ditambah uang asing 11 lembar," terang humas acara Endro Sudarsono yang juga Sekjen LUIS kepada hariankota.com.


Mencegah potensi kerumunan lantaran tingginya antusiasme masyarakat yang hadir, oleh Satgas Covid-19 diantisipasi dengan membatasi jumlah peserta maksimal 50% dari daya tampung masjid tempat berlangsungnya kegiatan. Sisanya dihimbau melalui pengeras suara, setelah memberikan donasi diminta pulang.


"Sebelumnya, kami sudah berkoordinasi dengan Forkopimda dan Satgas Covid-19. Ada Bu Bupati, Wakil Bupati, dan Polres. Pada intinya mereka mendukung acara ini sekaligus memfasilitasi adanya protokol kesehatan berupa Swab Test Antigen di lokasi kegiatan," terang Endro.


Hanya saja terkaitnya Swab Test Antigen yang dilakukan secara acak, sebagian besar jamaah yang hendak masuk masjid mengikuti kegiatan banyak yang keberatan bahkan ada yang dengan tegas menolak. Oleh petugas, mereka yang menolak Swab Test Antigen tidak boleh masuk dan diminta pulang mencegah terjadinya kerumunan.


"Sebagian besar jamaah itu takut di swab sehingga tadi ada yang betul -betul kembali pulang, bahkan ada yang teriak-teriak menolak swab. Untuk kegiatan ini jumlah pesertanya memang dibatasi. Jadi kalau biasanya bisa menampung sekitar 600 jamaah, maka untuk kegiatan malam ini menjadi sekitar 200," paparnya.


Menurut Endro, diluar dugaan antusiasme masyarakat yang datang untuk berpartisipasi dalam kegiatan ternyata cukup tinggi. Meski begitu, hingga berakhirnya acara mereka tetap tertib. Selain itu, petugas dari Satgas Covid-19 juga tanpa henti menyuarakan himbauan bagi yang berada diluar masjid supaya pulang.


Sementara, Wakil Ketua II Satgas Covid-19 Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas yang memimpin pengawasan dilokasi menyampaikan, secara umum kegiatan berlangsung sesuai kesepakatan yang dihasilkan dalam rapat koordinasi dengan pihak panitia.


"Sesuai dengan SE Bupati, SE Gubernur, dan Inpres terkait penanganan pencegahan penyebaran Covid-19, diatur maksimal peserta kegiatan masyarakat 100 orang, atau 50%. Makanya tadi sesuai kesepakatan hanya sebagian yang boleh masuk," jelas Bambang.


Selain Polri, dalam pengawasan juga melibatkan unsur TNI, Satpol PP dan tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo. Sebuah ambulan keliling disiapkan untuk melakukan swab test antigen di pintu masuk halaman masjid.


"Alhamdulillah, melalui himbauan yang kami sampaikan terus menerus, peserta yang diluar berangsur - angsur meninggalkan lokasi untuk pulang sebelum berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan tepat pukul 21.00 WIB," pungkasnya.




Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :