Rekomendasi

Gunung Merapi Masih Berstatus Siaga

Minggu, 30 Mei 2021 : 21.13
Published by Hariankota


YOGYAKARTA
- Hingga saat ini, gunung Merapi yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih mengeluarkan awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 3 kilometer (km) ke arah barat daya.


Hal itu disampaikan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, melalui keterangan tertulisnya  Minggu (30/5/2021).


Menurut Hanik,  awan panas guguran itu terjadi pada pukul 12.20 Waktu Indonesia Barat (WIB) dengan arah angin ke tenggara.


"Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 48 mm dan durasi 322 detik," ujar Hanik.


Meski awan panas guguran mencapai 3 km, kata Hanik, hingga saat ini BPPTKG belum mendapatkan laporan kejadian hujan abu.


"Per saat ini belum ada laporan kejadian hujan abu," kata Hanik.


Ia menuturkan, pada periode pengamatan pukul 06.00 sampai 12.00 WIB, gunung api aktif itu juga tercatat mengalami 29 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-9 mm selama 11-104 detik, satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 7 mm selama 13 detik, serta lima kali hybrid/fase sebanyak amplitudo 3-8 mm dengan durasi 7-10 detik.


BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level III atau siaga.


Guguran lava dan awan panas Gunung Merapi diperkirakan bisa berdampak ke wilayah sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.


Saat terjadi letusan, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi diperkirakan dapat menjangkau daerah dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.


Sebelumnya, BPPTKG menyatakan terkait foto kilatan cahaya layaknya komet jatuh di puncak Gunung Merapi yang beredar di media sosial, disimpulkan bahwa tidak ada benda jatuh di gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu.


"Berdasarkan data pemantauan, pada saat kejadian tidak ada sinyal kegempaan dan suara sehingga kami menyimpulkan tidak ada benda yang jatuh di sekitar Merapi. Sampai saat ini, kejadian tersebut tidak berpengaruh pada aktivitas Merapi," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida. 





Jurnalis : Danang
Editor : Mahardika

Share this Article :