Rekomendasi

Hari Jamu Nasional, Pemkab Sukoharjo Bertekad Berdayakan UMKM Jamu Ditengah Pandemi

Kamis, 27 Mei 2021 : 14.22
Published by Hariankota


SUKOHARJO
-  Dikenal sebagai daerah asal produsen jamu tradisional, dalam rangka peringatan Hari Jamu Nasional Ke-13, Pemkab Sukoharjo bertekad memberdayakan eksistensi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) jamu ditengah maraknya gempuran obat-obat kimia yang terkadang memiliki efek samping bagi kesehatan manusia dalam jangka panjang.


Hal itu dibuktikan Bupati Sukoharjo Etik Suryani bersama Wakil Bupati Agus Santosa melalui dinas terkait dengan menggelar bazar terbatas menghindari kerumunan lantaran masih pandemi. Bazar dengan menghadirkan sejumlah stand produsen jamu tersebut digelar di halaman kantor kabupaten setempat, Kamis (27/5/2021).


“Kabupaten Sukoharjo merupakan kabupaten jamu. Untuk itu kami berkomitmen untuk mengembangkan dan memberdayakan UMKM jamu yang ada," kata Etik disela meninjau bazar sambil menyempatkan minum jamu.


Kepada hariankota.com, Etik mengatakan, saat ini jamu sudah naik level. Tidak lagi identik dengan rasa pahit tapi sudah diolah dengan berbagai macam varian dan rasa. Para pelaku UMKM jamu telah mengolah menjadi seperti minuman kekinian di mix dengan susu, teh, kopi, dan lainnya.


"Kami berharap usaha jamu khususnya UMKM semakin terangkat. Dan kepada pelaku usaha jamu kami ingatkan untuk selalu menjaga dan meningkatkan kualitas produk jamunya. Jangan sampai, jamu yang notabene untuk kesehatan, meningkatkan imun sehari-hari tapi dicemari dengan bahan-bahan yang berbahaya, yakni bahan kimia," ujarnya.


Bupati juga mengatakan, dalam upaya memberdayakan UMKM jamu, pihaknya membuat kebijakan mewajibkan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan rutinitas minum jamu setiap hari Jum'at. Hal itu juga berlaku untuk BUMD dan perusahaan swasta di Kota Makmur.


“Sukoharjo merupakan sentra industri jamu. Posisi ini harus didukung semua pihak agar jamu semakin dikenal dan penjual serta pelaku UMKM jamu semakin berkembang,” tegas Bupati.


Disisi lain, meskipun saat ini pandemi Covid-19 masih menjadi ancaman kelangsungan dunia usaha, namun hal itu tidak terlalu berpengaruh pada usaha jamu di Sukoharjo. Bahkan, penjualan empon-empon bahan jamu seperti jahe, temulawak, kunir, dan lainnya mengalami peningkatan.


"Empon-empon bahan jamu tersebut banyak dicari dari berbagai daerah karena diyakini bisa menaikkan imunitas," pungkasnya.




Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :