Rekomendasi

Indonesia Kembalk Datangkan 8 Juta Dosis Bulk Vaksin Sinovac

Minggu, 30 Mei 2021 : 21.16
Published by Hariankota


JAKARTA- Sebanyak 8 juta dosis vaksin COVID-19 dalam bentuk bulk dari perusahaan Sinovac Biotech Ltd yang berasal dari Tiongkok akan segera tiba di Indonesia. Vaksin bermerek Sinovac ini diperkirakan akan tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Banten, pada Senin (31/5/2021).


Kedatangan vaksin di atas, akan menggunakan Maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA891. Vaksin tersebut akan dikemas ke dalam empat kontainer jenis RAP dan satu jenis kontainer RKN.


Dikutip dari InfoPublik.id, direncanakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang akan menjelaskan secara mendetail tentang vaksin di atas. Kemudian, memberikan keterangan pers terkait dengan kedatangan Vaksin Sinovac tersebut kepada insan media yang hadir.


Proses mendapatkan vaksin ini, didapatkan melalui skema kerja sama bilateral yang melibatkan kolaborasi dari berbagai instansi pemerintah dalam beberapa waktu lalu. Sehingga, vaksin Sinovac dapat berhasil didatangkan oleh pemerintah.


Kedatangan vaksin tersebut, akan membawa dampak positif terhadap upaya penanganan COVID-19 yang dilakukan pemerintah dalam beberapa waktu ke depan. Sebab, vaksin ini akan mendorong percepatan vaksinasi yang tengah dilakukan oleh pemerintah.


Sebab, kegiatan itu besar kemungkinannya  akan membuat kekebalan kelompok atau herd immunity dalam beberapa waktu ke depan. Apalagi kini, pemerintah tengah gencar melakukan vaksinasi di berbagai wilayah di tanah air.


Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta, vaksinasi massal COVID-19 yang dilakukan di berbagai tempat dapat dilakukan dengan cepat. Oleh karena itu, diperlukan partisipasi bupati dalam mengawasi secara ketat penyelenggaraan program nasional di atas.


"Pastikan proses vaksinasi ini berlangsung dengan cepat," pinta Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.


Para bupati harus secara aktif ikut mengawasi dengan ketat penyelenggaraan vaksinasi massal COVID-19 di daerahnya. Sehingga, vaksin COVID-19 yang diberikan kepada penduduk di wilayah tersebut dapat sesuai dengan kebutuhannya. 


"Dengan adanya pengawasan tersebut maka penyelenggaraan vaksinasi dari mulai ketersediaan vaksin hingga vaksinator dapat berjalan lancar," tuturnya.




Jurnalis : San
Editor : Mahardika

Share this Article :