Rekomendasi

Pastikan Wisata Air Aman, Aparat Gabungan di Sukoharjo Pantau Embung Pengantin

Senin, 17 Mei 2021 : 18.48
Published by Hariankota


SUKOHARJO
- Berkaca dari kasus laka air perahu wisata waduk Kedung Ombo Boyolali, aparat gabungan Polres Sukoharjo, TNI, Satpol PP dan dinas terkait menggelar patroli memastikan keamanan dan penerapan protokol kesehatan (prokes) sejumlah objek wisata salah satunya, Embung Pengantin di Desa Wirun, Mojolaban, Sukoharjo, Senin (17/5/2021).


Kapolsek Mojolaban AKP Mulyanta mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, pantauan sekaligus pengecekan dilakukan khususnya untuk memastikan keamanan operasional perahu wisata beserta kelengkapan pendukung lainnya.


"Kami tidak ingin kejadian laka air di Kedung Ombo terjadi disini. Sesuai perintah pimpinan, semua tempat wisata khususnya air jika tidak mematuhi aturan keamanan bagi pengunjung akan ditutup," kata Kapolsek kepada hariankota.com.


Untuk pengecekan wisata air, petugas meminta kepada pengelola untuk menunjukkan sejumlah sarana dan prasarana keamanan yang digunakan, diantaranya pelampung bagi setiap penumpang, petugas penyelamat jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan, dan kelaikan perahu.


"Jika biasanya satu perahu kapasitasnya dapat membawa 20 orang penumpang, maka kami tegaskan kepada pengelola agar dikurangi menjadi maksimal 12 orang. Sesuai prokes harus ada jarak," tutur Mulyanta didampingi Danramil Mojolaban, Kapten Inf Mustamim.


Kapolsek juga mengingatkan agar tempat cuci tangan yang disediakan tidak hanya berupa kran air saja, tapi juga harus disiapkan sabun serta penempatannya mudah dijangkau pengunjung, terutama di pintu masuk obyek wisata.


Sepanjang pemantauan, lanjut Mulyanta, tim gabungan tidak menemukan pelanggaran prokes. Meski tidak banyak pengunjung, namun rata - rata semua tertib memakai masker.


"Dari pantauan kami, pengunjung rata -rata berasal dari warga lokal, yakni dari Solo Baru dan sekitarnya. Sebagian besar hanya tetangga wilayah Solo Raya. Kebetulan ini sedikit pengunjungnya, namun untuk mencegah sebaran virus corona, kami akan terus rutin memantau jangan sampai menimbulkan kerumunan," tegasnya.


Diketahui, embung pengantin selama ini dikenal sebagai obyek wisata alternatif dengan tiket masuk sangat terjangkau sebesar Rp 2.000/ orang ditambah bonus 1 cup berisi pakan ikan. Selain wisata perahu dengan tarif Rp 5.000/orang,  tempat ini juga memiliki banyak spot foto menarik seperti jembatan bambu melintang diatas embung.


Dari atas jembatan atau dari pinggir embung, pengunjung bisa memberi makan ikan, ada jenis mas dan nila. Ada juga taman bunga disebelah utara embung serta gazebo terbuat dari bambu untuk menikmati pemandangan pagi dan sore hari.


Salah satu pengelola embung, Syadimun menceritakan, sebelum menjadi embung dulunya adalah sawah yang tanahnya dikeruk untuk urug pembangunan saluran irigasi Dam Colo. Karena kondisi tanahnya menjadi cekung akhirnya terisi air hujan dan tidak terawat hingga kemudian dikelola warga menjadi obyek wisata.


"Nama embung pengantin ada sejarahnya sendiri. Pada Tahun 1982 silam ada sepasang pengantin baru yang bermain disini. Mereka mengalami kecelakaan air meninggal dunia karena tenggelam di embung ini. Sejak itulah warga menamai tempat ini embung pengantin" pungkasnya.




Jurnalis : Sapto 
Editor : Mahardika

Share this Article :