Rekomendasi

Sambut Arus Balik Lebaran, Terminal Sukoharjo Berangsur Hidup

Rabu, 19 Mei 2021 : 18.59
Published by Hariankota


SUKOHARJO -  Memasuki arus balik Lebaran, sejumlah bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) mayoritas tujuan Jabodetabek dari berbagai Perusahaan Otobus (PO) ternama, mulai masuk terminal Sukoharjo Kota untuk menjemput penumpang dari agen.


Tak seperti calon penumpang  pesawat terbang, seperti arus balik lebaran ditengah pandemi tahun lalu, sejumlah agen tiket bus mengaku tidak ada himbauan khusus tentang calon penumpang wajib membawa bukti surat hasil tes negatif Covid-19 sebelum naik bus menuju tujuan.


Meskipun para penumpang terancam terjaring penyekatan saat dalam perjalanan, namun hal itu disebutkan sudah menjadi tanggung jawab PO, bukan tanggung jawab agen penjualan tiket. Dalihnya tidak ada informasi baik dari PO maupun dari pemerintah tentang calon penumpang bus wajib mengantongi surat negatif Covid-19.


Hal itu dikatakan salah satu agen tiket bus di dalam Terminal Sukoharjo Kota, Tulus bahwa ia hanya sebatas bekerja menjual tiket sesuai kuota dari PO. Tidak ada himbauan arahan dari pihak manapun mengenai syarat calon penumpang membawa bukti hasil tes negatif Covid-19.


"Kalau soal syarat calon penumpang harus mengantongi hasil tes negatif Covid-19, tidak ada. Karena memang tidak ada aturan seperti itu. Kalaupun ada, kami sama sekali belum pernah mendapatkan sosialisasinya," kata Tulus saat ditemui hariankota.com, Rabu (19/5/2021) sore.


Pria agen tiket berbagai bus ini mengaku, penjualan tiket sudah mulai sejak, Senin ( 17/5/2021) kemarin. Kondisinya hampir sama dengan arus balik lebaran tahun lalu. Karena masih dalam masa pandemi, penjualan tiket tidak ada peningkatan signifikan.


"Harga tiket untuk arus balik Lebaran dengan tujuan Jabodetabek dari Senin kemarin sampai Minggu depan kisarannya Rp 400 ribu, ada kenaikan. Kalau hari normal sekitar Rp 250 ribu.  Sedangkan penumpangnya rata - rata setiap bus paling banyak 15 orang dengan kapasitas 40 seat," ungkapnya.


Sementara, Kepala Terminal Tipe B Sukoharjo Kota, M Agung mengatakan, jika dibandingkan tahun lalu, sekarang masyarakat sudah banyak yang sadar untuk tidak melakukan perjalanan naik bus umum karena maraknya informasi penyekatan oleh petugas.


"Mereka lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi sehingga leluasa memilih jalur yang akan di lewati menghindari operasi penyekatan. Meskipun terminal sepi, tapi kenyataannya banyak yang sudah mudik," paparnya.


Meskipun di terminal yang menjadi tanggung jawabnya tidak ada Satgas Covid-19, namun Agung bersama jajaran menyebut aktif melakukan sosialisasi tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan (prokes) ke pengunjung dan agen tiket bus.


"Kami sudah percaya untuk tiap-tiap PO telah menggeluarkan aturan bahwa calon penumpang harus membawa surat kesehatan berisi hasil tes swab masing-masing. Setiap PO melalui krunya, sudah kami himbau terkait hal itu," ujarnya.


Sejak arus balik dimulai, menurut Agung, beberapa armada bus AKAP dengan rute tujuan sejumlah kota di Jawa Barat dan DKI Jakarta, mulai masuk terminal Sukoharjo dari siang hingga sore hari.


"Jumlahnya memang tidak banyak. Hari pertama Senin kemarin hanya 3 bus yang masuk, dan hari ini ada peningkatan sekitar 15 bus. Untuk rata -rata jumlah penumpang belum dapat kami ketahui karena ini belum puncaknya. Nanti pada hari terakhir baru bisa disampaikan," pungkasnya. 




Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :