Rekomendasi

Sanksi Menanti ASN Kota Bandung Jika Kedapatan Mudik

Jumat, 30 April 2021 : 17.20
Published by Hariankota


BANDUNG - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bandung melarang seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bandung untuk mudik Lebaran 2021. Berbagai sanksi akan dijatuhkan kepada ASN yang nekat mudik.


Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan BKPSDM Kota Bandung, Wawan sampaikan  ASN di Kota Bandung berjumlah sekitar 15.000 orang. 


"Pada 6-17 Mei 2021 dilarang cuti sebagai bentuk kontrol Pemkot Bandung kepada ASN dalam aturan larangan mudik pada tahun ini," paparnya dikutip dari laman resmi Pemkot Bandung. 


Meski begitu ada beberapa yang bisa mengajukan cuti. Diantaranya cuti yang melahirkan dan cuti dengan alasan penting. Karena ASN itu harus menjadi contoh disiplin bagi masyarakat. 


"Hal itu tertung dalam PP 53 tahun 2010 tentang aturan disiplin Pegawai Negeri Sipil," katanya.


Bagi ASN yang melanggar aturan larangan mudik tersebut, ada sanksi yang sudah diatur dalam Surat Edaran dari Sekretaris Daerah Kota Bandung.

Surat Edaran tersebut sudah didistribusikan kepada seluruh perangkat daerah. 


"Tinggal masing-masing perangkat daerah memonitor, mengawasi, dan mengendalikan ASN-nya. Nanti BKPSDM akan menerima apa yang dilaporkan oleh Perangkat Daerah, baru kita melakukan tindakan," lanjutnya. 


Sementara bagi ASN yang nekat mudik tersebut, akan menerima sanksi berupa teguran lisan, teguran tertulis, dan pernyataan tidak puas secara tertulis yang bahkan bisa memberatkan bagi para ASN dalam karir ke depannya.


Sebagaimana yang telah diatur dalam Perwal 82 tahun 2020 tentang penilaian kinerja, termasuk sanksi bagi ASN yang melanggar disiplin.

Untuk teguran lisan, teguran tertulis itu bisa dipotong tunjangannya 50% selama satu bukan. Kalau pernyataan tidak puas itu selama tiga bulan.


"Tapi nanti dilihat berat tidaknya yang diputuskan melalui tahapan, proses klarifikasi, ada sidangnya pemeriksaan yang bersangkutan," tutupnya.



Jurnalis : San
Editor : Mahardika

Share this Article :