Rekomendasi

Terancam Dua Kali Gagal Lebaran, Buruh Garmen di Sukoharjo Unjuk Rasa Tuntut THR

Selasa, 04 Mei 2021 : 16.44
Published by Hariankota


SUKOHARJO
- Sejumlah buruh garmen PT Sanggit Sentosa Garmindo (SSG) menggelar unjuk rasa menuntut pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR), Selasa (4/5/2021). Melalui mediasi dengan pihak manajemen, perwakilan buruh menuntut THR dibayar penuh.


Seratusan aparat keamanan dari Polres Sukoharjo dibantu anggota Kodim 0726 / Sukoharjo diturunkan mencegah terjadinya kerumunan di depan pabrik di Jl Ovensari, Menuran, Baki saat berlangsung mediasi.


Kabag Ops Polres Sukoharjo Kompol Agus Pamungkas yang memimpin pengamanan menghimbau agar para buruh mayoritas perempuan ini tidak berkerumun saat menyampaikan tuntutan. Usai mediasi, mereka diminta segera meninggalkan lokasi.


"Anggota yang diturunkan sebanyak 160 personil. Terdiri 100 dari Polres, Kodim 30, ditambah unsur terkait lainnya juga 30 personil. Pada intinya kami hanya mengamankan agar penyampaian tuntutan masalah THR oleh buruh PT.SSG ini tidak sampai terjadi kerumunan. Hanya perwakilan saja," terangnya.


Unjuk rasa berakhir setelah mediasi didalam ruang kantor pabrik antara manajemen dan perwakilan buruh mencapai kata sepakat.  Manajemen akhirnya mengabulkan sebagian tuntutan, yakni akan membayar THR , namun sistem pembayarannya dicicil selama dua kali.


"Tadi telah disepakati, THR akan diberikan secara bertahap selama dua kali. Pertama akan dibayar minggu depan, sisanya menyusul minggu berikutnya. Pihak perusahaan menyatakan kesanggupannya membayar THR," sebut Agus kepada hariankota.com.


Sementara salah satu tokoh LSM Sukoharjo yang ditunjuk mewakili buruh dalam mediasi, Muhammad Budiyanto mengatakan, unjuk rasa bermula dari keresahan sekira 150 buruh PT.SSG akibat tidak adanya kepastian pembayaran THR dari manajemen selama dua kali lebaran.


"Lebaran tahun 2020 kemarin belum dibayarkan, dijanjikan akan dibayar Desember 2020 lalu tapi nihil. Jadi jika tahun ini juga tidak dibayar, maka para buruh terancam dua kali gagal berlebaran karena tidak dapat THR," sebutnya.


Dari kesepakatan dalam mediasi, pihak manajemen baru menyanggupi membayar THR untuk tahun 2021 ini dengan cara dicicil dua kali. Sedangkan THR untuk tahun 2020 yang belum dibayarkan, akan dibicarakan lebih lanjut.


"Keputusannya, THR tahun ini akan diberikan (dicicil) dua kali, Sabtu besok  sama minggu depan sesuai dengan UMK (Upah Minimum Kabupaten). Kemudian untuk THR 2020 yang belum dibayarkan, nanti akan dikoordinasikan. Karena melihat kondisi (keuangan) perusahaan," pungkasnya.




Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :