Rekomendasi

Waspada Klaster Baru Covid-19, Bupati Sukoharjo Melarang Hajatan Sediakan Kursi Tamu

Senin, 31 Mei 2021 : 20.57
Published by Hariankota


SUKOHARJO – Meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di beberapa daerah di Jawa Tengah, khususnya Solo Raya membuat Pemkab Sukoharjo meningkatkan kewaspadaan tinggi. Mencegah kerumunan, Bupati Sukoharjo Etik Suryani meminta kepada warga yang menggelar hajatan pernikahan tidak menyediakan kursi dan tidak menyajikan makan ditempat.


Hajatan pernikahan hanya boleh dilaksanakan menggunakan sistem 'banyu mili'. Tamu undangan yang datang mengalir hanya diijinkan menyapa tuan rumah tanpa salaman tangan dan dihimbau segera pulang.  Sajian hidangan diberikan dalam bentuk kemasan untuk selanjutnya juga dibawa pulang.


Hal itu disampaikan Etik disela meninjau penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di

enam e-warong, masing-masing di Desa Tiyaran dan Bulu (Kecamatan Bulu), Desa Kateguhan dan Kedungjambal (Kecamatan Tawangsari), serta Desa Ngreco dan Karangmojo (Kecamatan Weru).


“Masyarakat jangan terlena karena saat ini pandemi belum selesai. Memang, sekarang musimnya warga menggelar hajatan. Silahkan,  yang penting menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Tidak menyediakan kursi, tapi banyu mili,” kata Bupati, Senin (31/5/2021).


Kepada Camat, Kapolsek, Danramil, dan juga kepala desa, Bupati meminta untuk memantau wilayah masing-masing terkait warga yang menggelar hajatan. Mereka diminta tegas mengingatkan warga agar patuh selalu memakai masker. Selain itu juga diminta menghimbau tamu setelah memberikan ucapan selamat supaya segera pulang.


“Jadi, tidak ada kursi untuk duduk berlama-lama, makanan dibawa pulang. Saya minta bantuan masyarakat agar corona segera selesai. Jangan sampai kasus melonjak seperti beberapa daerah di Solo Raya,” tegas Bupati.


Seperti diketahui, sejumlah daerah di Solo Raya dilaporkan mengalami lonjakan kasus Covid-19 dengan kategori risiko penularan tinggi atau masuk zona merah. Diantaranya Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Klaten.


Untuk Kabupaten Sukoharjo, berdasarkan update data yang didapat hariankota.com dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, saat ini masih berada di zona orange atau risiko penularan sedang.


Kasus positif aktif di Kota Makmur saat ini masih 242 kasus. Terdiri dari 94 orang isolasi mandiri dan 148 orang menjalani rawat inap dirumah sakit. Untuk kasus positif meninggal sudah mencapai 442 orang. 




Jurnalis : Sapto 
Editor : Mahardika

Share this Article :