Rekomendasi

Akses Lokasi Acara Ditutup, Panitia Sepeda Sehat Penggalangan Dana Palestina Protes

Minggu, 20 Juni 2021 : 20.07
Published by Hariankota

 


SUKOHARJO - Panitia sepeda sehat dalam rangka penggalangan dana kemanusiaan bertema Sukoharjo Peduli Palestina mempertanyakan penutupan akses jalan masuk peserta ke lokasi acara di halaman  Masjid Iska Purbayan, Gatak. Aparat gabungan sejak pagi menutup sejumlah ruas jalan yang akan dilewati peserta, Minggu (20/6/2021).


Pantauan hariankota.com, banyak peserta tertahan tidak bisa menuju lokasi titik kumpul tempat start / finish sepeda sehat lantaran semua akses jalan ditutup aparat gabungan Satgas Covid-19 Sukoharjo. Peserta diminta balik kanan.


Humas Masjid Iska, Endro Sudarsono mengaku, pihaknya sebenarnya sudah menyampaikan pemberitahuan resmi secara tertulis diantaranya kepada Polres Sukoharjo pada, Kamis (17/6/2021) kemarin.


"Ini sebenarnya bukan kegiatan yang melanggar hukum. Sesuai UU No. 9 Tahun 1998 tentang penyampaian pendapat di muka umum, jenis kegiatan arak arakan/konvoi/pawai. Kami mempertanyakan alasan menutup akses ke Masjid Iska," kata Endro.


Disadari ditengah tingginya kasus penyebaran Covid-19, Endro menyatakan panitia tetap berkomitmen menerapkan protokol kesehatan (prokes). Oleh karenanya, ia berharap aparat keamanan mestinya mengakomodir acara keagamaan, sosial kemanusiaan yang jelas -jelas dilindungi undang undang.


"Panitia berkomitmen terhadap prokes. Kegiatan semacam ini, juga dilindungi oleh UUD 1945 tentang hak berserikat, dan berkumpul," tegasnya.


Dengan ditutupnya akses menuju tempat acara sepeda sehat sekaligus penggalangan dana untuk Palestina tersebut, maka kegiatan yang direncanakan diikuti sekira 75 peserta akhirnya batal terselenggara.


"Tapi untuk hadiah peserta tetap diumumkan, dan diberikan kepada yang berhak," imbuh Endro.


Terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati saat di konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp menyampaikan, sesuai SE Bupati tentang perpanjangan PPKM Mikro, kegiatan masyarakat yang berpotensi kerumunan memang belum diperbolehkan.


"Ini semua demi menekan angka penyebaran virus. Kami berupaya mengingatkan kembali masyarakat yang mungkin saat ini agak kendor menerapkan prokes. Apalagi sekitar kita (luar daerah Sukoharjo-Red) lonjakan kasus (Covid-19) luar biasa," tandasnya.




Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :