Rekomendasi

Cek Penanganan Lonjakan Covid-19, Ganjar Tinjau RSUD Ir Soekarno Sukoharjo

Rabu, 30 Juni 2021 : 18.44
Published by Hariankota

Gubenur Jateng Ganjar Pranowo Tinjau rumah sakit Ir Soekarno (Foto:Sapto Nugroho/hariankota)

SUKOHARJO
-Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo mengunjungi RSUD Ir Soekarno Sukoharjo, mengecek langsung keterisian tempat tidur (TT) pasien atau Bed Occupancy Ratio (BOR), baik TT ICU maupun isolasi. Jika BOR sudah penuh, Ganjar mengintruksikan supaya ditambah. Termasuk kesiapan jumlah tenaga kesehatan (nakes).

“Penambahan bed dan nakes harus disiapkan, memperbaiki manajemen, disini saja masih ngantri untuk masuk ICU sehingga harus disiapkan dengan penambahan bed,” kata Ganjar didampingi Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Kamis (30/6/2021).

Orang nomor satu Jateng ini juga meminta agar dilakukan pengetatan-pengetatan terkait situasi yang ada di masyarakat dan penegakan protokol kesehatan (prokes) tentang disiplin penerapan 5M.

"Yang bisa melawan virus corona ini bukan dokter atau perawat, tapi diri kita sendiri. Nakes merupakan benteng terakhir, untuk itu jangan sampai benteng terakhir bobol," tegasnya.

Pantauan hariankota.com, kepada nakes, Gubernur mewanti-wanti agar bisa menjaga kondisi kesehatan dengan tidak tergoda untuk beraktivitas diluar, apalagi kumpul - kumpul bareng bersama masyarakat lainnya.

"Harus ditahan, kita bisa menjadi tentara-tentara yang hebat. Untuk jadi tentara hebat senjatanya cukup masker kok, dan tidak kelayapan, tidak nongkrong bareng-bareng. Kalau itu bisa, penekanan bisa dilakukan,” tandasnya.

Ganjar yang datang ke Sukoharjo setelah kunjungannya di Kota Solo, juga meminta agar vaksinasi terus digenjot dengan harapan sasarannya bisa selesai 100%  pada Juli nanti. Jika sasaran prioritas selesai divaksin, daerah bisa mengajukan kuota vaksin selanjutnya dengan sasaran masyarakat yang lain.

Menanggapi, Bupati Sukoharjo mengatakan, saat ini BOR untuk RSUD Ir Soekarno sudah mencapai 94%. Untuk itu, RSUD dikatakannya sudah menyiapkan penambahan TT ICU dan TT ruang isolasi mengantisipasi kenaikan kasus.

“Selain itu, (sementara ini) untuk ruang isolasi di RS UNS juga masih kosong sehingga jika sewaktu-waktu dibutuhkan sudah siap,” jelasnya.

Bupati juga mengakui, untuk BOR rumah sakit rujukan corona lainnya sudah ada yang mencapai 90%. Untuk itu, pihaknya membutuhkan dukungan semua elemen masyarakat dalam memutus mata rantai penyebaran virus.

"Disiplin dalam menerapkan prokes menjadi kunci utama untuk mencegah penyebaran virus corona," pungkas Etik.


Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi



Share this Article :