Rekomendasi

Dukung Solo Smart City, Jasa Raharja dan Kakorlantas Polri Cek Persiapan ETLE Tahap II

Rabu, 16 Juni 2021 : 23.22
Published by Hariankota

Direktur Utama PT Jasa Raharja, Budi Rahardjo Slamet bersama Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono di Mako Satlantas Polresta Surakarta (foto Sapto Nugroho) 

SOLO
- Upaya menjadikan Kota Solo sebagai Smart City mendapat dukungan penuh PT Jasa Raharja dengan kehadiran Direktur Utama, Budi Rahardjo Slamet bersama Kepala Korps Lalu lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono, meninjau persiapan penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) tahap II, di Mako Satlantas Polresta Solo, Rabu (16/6/2021) petang.

"Kami sangat memberikan support atas penerapan electronic traffic law enforcement (ETLE), semoga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas dan menurunkan jumlah kecelakaan lalu lintas." kata Budi yang hadir bersama jajarannya.

Kepada hariankota.com, ia menyampaikan, nantinya fasilitas teknologi ETLE tersebut akan menjadi salah satu pendukung untuk tercapainya Smart City di Kota Solo.

Sedangkan Kakorlantas dalam kesempatan ini mengatakan, ke depan memang tidak dapat dipungkiri, pelayanan IT menjadi standar pelayanan agar dapat memudahkan pemerintah dalam melayani masyarakat, begitu juga masyarakat dapat mengakses dengan lebih cepat dan mudah.

"Dalam Solo Smart City ini, nantinya akan mengintegrasikan seluruh layanan publik, termasuk layanan kamtibmas dan produk layanan Pemkot Surakarta," ujar Istiono.

Disisi lain, terkait pandemi Covid-19 yang kembali naik, Istiono mengharapkan daerah yang masuk dalam zona merah agar membangun atau memaksimalkan check point yang ada.

"Kami juga mengubah mobil-mobil SIM keliling menjadi mobil pelayanan untuk rapid antigen sebagai upaya pencegahan Covid-19. Kota Solo memang tidak termasuk zona merah, tetapi tetap harus dijaga karena berbatasan dengan daerah yang masuk zona merah," ujarnya.

Istiono berharap kepada semua daerah dengan zona merah dibangun cek poin, dimana hingga saat ini sudah terbangun sebanyak 143 titik cek poin di lokasi yang berbatasan dengan daerah zona merah.

"Ini sebagai langkah pengetatan mobilitas masyarakat untuk menekan penyebaran Covid-19," pungkasnya. 

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Share this Article :