Rekomendasi

Geger, Warga Temukan Tengkorak Kepala Manusia Ditengah Hutan

Minggu, 20 Juni 2021 : 20.12
Published by Hariankota


SUKOHARJO -Warga sekitar hutan Pulo, Desa/Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo digegerkan dengan penemuan tengkorak kepala manusia dan tulang belulang di tengah hutan. Saat ditemukan, tengkorak dan tulang belulang manusia itu sudah tercecer di beberapa titik.


Temuan tengkorak manusia tersebut, kali pertama ditemukan dua warga setempat yang sedang mencari akar tanaman beringin untuk bahan membuat bonsai. Jarak lokasi penemuan dengan perkampungan sekira 2 kilo meter jalan kaki.


Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas yang datang ke lokasi menyusul Kapolsek Bulu, Polres Sukoharjo AKP Mulyanta yang lebih dulu datang bersama anggota setelah mendapat laporan warga, langsung memimpin jalannya evakuasi, Minggu(20/6/2021).


"Yang menemukan seorang warga bernama Sarono dan temannya. Mereka ke hutan mencari akar pohon beringin untuk bonsai. Kemudian menemukan tengkorak kepala. Lalu di 10 meter kekanan menemukan lagi tulang kaki. Lalu, dari tulang kaki, sekitar 10 meter ke atas menemukan lagi tulang tangan," kata Mulyanta kepada hariankota com sesaat sebelum Kapolres tiba.


Usai olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), oleh Kapolres yang datang berjalan kaki masuk hutan memimpin jalannya evakuasi, temuan tulang belulang manusia tersebut kemudian dibawa ke Puskesmas Kecamatan Bulu.


"Kami sudah mengumpulkan informasi, melalui perangkat desa, kecamatan, jajaran polsek dan tim inafis kami terjunkan," terang Kapolres


Kabar temuan ceceran kerangka manusia tersebut, rupanya cepat menyebar. Melalui ciri-ciri pakaian yang ditemukan, yakni celana training warna merah dan sarung garis warna biru ternyata identik dengan salah satu warga Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu yang hilang 13 bulan lalu.


"Melalui ciri-cirinya identik dengan Setu Wignyo Wiyono (80), warga Dukuh Pelem Putih, Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu. Dan keluarga korban sudah mengidentifikasi, bahwa benar itu adalah ayahnya," kata Kapolres.


Ditambahkan Kapolres, saat ini pihaknya masih melakukan sejumlah pemeriksaan untuk mengetahui sebab-sebab kematian. Disisi lain, Kapolres menyebut berdasarkan keterangan keluarga, korban sudah dalam keadaan pikun saat terakhir kali meninggalkan rumah.


Sementara warga yang mengaku merupakan anak korban yang datang ke lokasi penemuan tulang belulang, seorang perempuan inisial CS (16), menyakini bahwa tulang belulang itu adalah jasad ayahnya. Terakhir bertemu saat menjelang Idulftri 2020 lalu.


"Saya yakin itu ayah saya. Pakaian yang dipakai milik saya semua," tandasnya.




Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :