Rekomendasi

Koperasi dan UMKM Berbasis Ekonomi Kreatif Dukung Perekonomian

Kamis, 10 Juni 2021 : 21.37
Published by Hariankota


KLUNGKUNG
- Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki berikan apresiasi terkait pengembangkan koperasi dan UMKM berbasis ekonomi kreatif. Hal itu disampaikan Teten saat kunjungannya ke Kabupaten Klungkung belum lama ini. 

"Sekarang kita bangun koperasi modern. Maksudnya adalah koperasi bisa menjadi agen untuk mengkonsolidasi dan mengagregasi usaha-usaha mikro,” ujar Teten. 

Teten Masduki sebut pihaknya akan memberi bantuan untuk melakukan digitalisasi Kain Endek, agar marketnya lebih luas dan besar.

“Kami sekarang sudah menyiapkan ekosistem, berbagai perizinan sekarang kita permudah melalui UU Cipta Kerja," imbuhnya.  

Tahun ini Pembiayaan Usaha Rakyat (PUR) sudah dinaikan menjadi 253 triliun dengan bunga 3% sampai akhir tahun. Kemudian dari market demand (permintaan pasar)-nya juga sudah kita bangun. 

"Akses pasarnya di mana 40% belanja pemerintah sekarang harus menyerap produk UMKM dengan nilai sekitar Rp460 triliun per tahun. Begitu juga pasar digital BUMN,” jelasnya.

Konsep lain yang ditawarkan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia tersebut, yaitu rantai pasok. Teten menjelaskan bahwa UMKM harus terintegarsi dengan industri. 

Kabupaten Klungkung memiliki berbagai macam produk lokal unggulan, di antaranya yaitu Kain Tenun Rangrang, Kain Endek, logam, gong Bali berasal dari Desa Wisata Desa Tihingan, Kain Tenun Songket, wayang klasik, garam beryodium (Uyah Kusamba) dan beras lokal.

Dalam penjualan beras lokal, Inovasi yang dilakukan Bupat Suwirta adalah program Bima Juara atau Beli Mahal, Jual Murah yaitu Koperasi Unit Desa (KUD) akan membeli gabah lebih mahal dari patokan pemerintah, kemudian KUD akan menjualnya kembali dengan harga yang murah.

“Jadi inflasi daerah bisa benar-benar kita atur di sini, sehingga dari saat kita mengembangkan konsep ini, di Klungkung harga beras tidak pernah naik turun, stabil sekali,” ujar Bupati Suwirta.

Selain itu, Pemkab Klungkung juga membuat program yang bernama entrepreneur masuk desa dan masih dilakukan secara parsial. Inovasi yang dicetuskan lainnya yaitu Rumah Keong.

“Ini kami bekerja sama dengan Pemerintah Kanada. Rumah Keong ini merupakan rumput laut, mangga, kelapa dan singkong. Ini sedang kami buat produknya dan siap untuk di launching. Tentu kami sangat membutuhkan bantuan dan dukungan untuk memasarkan produk ini nantinya,” tutur Suwirta.


Reporter: Hasan Ishaaq
Penulis: Hasan Ishaaq
Editor: Gunadi


Share this Article :