Rekomendasi

Nekat Unjuk Rasa Soal KPK, Massa Mahasiswa Bubar Dihalau Polisi

Rabu, 30 Juni 2021 : 18.49
Published by Hariankota


SUKOHARJO
-  Seratusan massa mahasiswa gabungan perguruan tinggi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Soloraya turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa. Rencana semula, titik aksi di bundaran pertigaan tugu Kartasura, namun ketatnya penyekatan aparat, massa urung kumpul menjadi satu. Mereka terurai di beberapa tempat, Rabu (30/6/2021) sore. 

Pantauan hariankota.com, titik pertama massa mahasiswa berkumpul di halaman ruko Kartasura Village Jl Slamet Riyadi. Mereka berasal dari beberapa kampus diantara UMS, UNS, UNIBA, dan IAIN. Membawa keranda bertulis RIP KPK, mereka sempat menggelar orasi sekitar 30 menit sebelum akhirnya dibubarkan.

Mulanya, massa hendak menuju ke tugu Kartasura. Tapi, ketika melintas di Jl Slamet Riyadi, sekira 500 meter dari rencana titik aksi, mereka dihalau petugas kepolisian. Alhasil, massa tertahan di halaman sebuah ruko. Disini, selain orasi, mereka juga melakukan aksi tabur bunga.

Selang beberapa waktu, mahasiswa dengan atribut HMI juga turun ke jalan. Mereka berjalan kaki dari kampus IAIN menyusuri gang perkampungan. Namun, belum sempat bergabung dengan peserta aksi lainnya, mereka langsung dihalau kembali masuk kampung. Didepan sebuah gereja, tepatnya di seberang ruko tempat mahasiswa lainnya berorasi, mereka juga sempat berorasi.

Dalam aksi ini, massa menyeru lima poin, yakni mendesak Ketua KPK Firli Bahuri mencabut SK Pimpinan KPK Nomor 652 Tahun 2021, mendesak Presiden RI mengganti Firli Bahuri, menuntut DPR mencabut UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK, menuntut KPK segera menyelesaikan kasus-kasus korupsi, dan terakhir mengajak seluruh elemen masyarakat mengawal dan melawan pelemahan pemberantasan korupsi.

Imbas penyekatan massa peserta aksi unjuk rasa, arus lalu lintas kendaraan dari Solo, Semarang, dan Jogyakarta menuju arah tugu Kartasura dilakukan rekayasa oleh Polisi menghindari kemacetan panjang.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, ratusan personil polisi dan TNI dari Kodim Sukoharjo diturunkan untuk melakukan penyekatan dan pembubaran aksi unjuk rasa mencegah terjadinya kerumunan. Dinas Kesehatan juga dilibatkan untuk melakukan Rapid Test Antigen acak.

"Sudah jelas, ini kami bubarkan. Mengingat angka kasus corona secara nasional meningkatkan terus dan di Sukoharjo sendiri juga naik, maka kami tidak akan memberi toleransi terhadap kegiatan apapun yang berpotensi kerumunan," tegas Wahyu yang turun langsung bersama Dandim Sukoharjo Letkol Inf Agus Adhy Darmawan.

Sebagai langkah preventif, Rapid Tes Antigen secara acak dilakukan dilokasi orasi mahasiswa. Beberapa mahasiswa peserta aksi diminta oleh petugas mengikuti tes usap tersebut. Alhasil, tidak ada yang positif Covid-19.

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Jumali

Share this Article :