Rekomendasi

Panen Raya Padi Klaster Modern Farming, Bupati Sukoharjo Jajal Naik Combine Harvester

Jumat, 11 Juni 2021 : 14.30
Published by Hariankota
Panen raya padi klaster modern farming, Bupati Sukoharjo Etik Suryani naik mesin panen padi combine harvester (foto Istimewa)

SUKOHARJO -  Mengawali panen raya padi klaster modern farming di Desa Tangkisan, Kecamatan Tawangsari, Bupati Sukoharjo Etik Suryani menjajal naik mesin panen combine harvester turun ke sawah memotong padi. Lahan klaster modern farming merupakan hasil sinergi Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo dengan Bank Indonesia Cabang Solo.

"Sukoharjo merupakan salah satu penyangga pangan di Jawa Tengah (Jateng) meskipun luas wilayahnya terkecil ke-2 setelah Kabupaten Kudus. Selain itu, juga memiliki potensi produktivitas padi tertinggi se-Jateng. Selama lima tahun terakhir ini surplus beras tidak kurang dari 119.792 ton," kata  Bupati disela panen raya, Jum'at (11/6/2021).

Bupati memaparkan, pada tahun 2020 kemarin, Sukoharjo mampu memberikan kontribusi produksi padi sebanyak 310.778 ton. Oleh karenanya, diharapkan capaian itu dapat dipertahankan dan terus meningkat ditahun-tahun yang akan datang.

Dalam kegiatan panen raya kali ini, Bupati secara simbolis juga menerima penyerahan bantuan dua unit sumur dalam dari Program Sosial Bank Indonesia (PSBI). Dua unit sumur dalam tersebut untuk Desa Pojok dan Desa Tangkisan, Kecamatan Tawangsari.

“Dua unit sumur dalam ini  diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi padi di Sukoharjo, tetap dapat menjadi lumbung padi di Jateng,” tambah Bupati didampingi Wakil Bupati, Agus Santosa.

Sedangkan Kepala Perwakilan BI Solo, Nugroho Joko Prastowo menyampaikan, selama ini sinergi dengan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo sudah berjalan sejak tahun 2017. Hal itu dilakukan sebagai upaya meningkatan frekuensi tanam di klaster padi modern farming agar bisa tanam tiga kali setahun.

"Untuk itu, kami melalui PSBI membuat dua sumur dalam di lokasi Tangkisan dan Pojok, Kecamatan Tawangsari. Selain itu juga memfasilitasi peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan perbaikan tanah berbasis mikro organisme," ungkapnya.

Menyinggung kapasitas dua sumur dalam yang diserahkan, Nugroho mengatakan, ditargetkan mampu mengairi sawah antara 15 hektar hingga 20 hektar. Harapannya dapat mengairi lahan sawah ketika Dam Colo ditutup untuk perbaikan rutin tahunan sehingga frekuensi tanam dapat meningkat.


Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi


Share this Article :