Rekomendasi

Sedih, Terancam Gagal Melamar Kerja Gegara Dua Tahun Ijazah Ditahan Sekolah

Rabu, 09 Juni 2021 : 19.16
Published by Hariankota


BOYOLALI
- Lulus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sejak 2019, Ekhsan Maulana alumni SMK Ganesha Tama, Pulisen, Boyolali, hingga kini belum memegang ijazah lantaran ditahan pihak sekolah dengan alasan belum melunasi tunggakan biaya sekolah sebesar Rp 6,82 juta.


Keterbatasan ekonomi keluarga membuat impian pemuda jurusan TKR 03 ini untuk bekerja di luar negeri terancam gagal terlaksana tahun ini. Padahal ia sudah mendapat panggilan kerja dan diminta melengkapi berkas, salah satunya ijazah.


Seperti dituturkan wali orang tua Ekshan yang bernama Heru Waskito usai mendatangi sekolah. Dari hasil pertemuannya dengan salah satu oknum pengelola sekolah, tetap kekeuh minta seluruh biaya dilunasi. Permintaan agar pembayaran dengan cara diangsur, ditolak.


"Tadi kami datang ke sekolah memohon agar pembayaran tunggakan bisa dicicil. Kami baru mampu membayar Rp.3 juta dulu, sisanya kalau bisa diangsur. Tapi ditolak oleh pihak sekolah. Mereka minta harus dibayar lunas semua," ungkap Heru yang datang ke sekolah bersama Ekhsan, Rabu (9/6/2021).


Warga Dukuh Pundung RT 24/RW 03, Desa Ketaon, Kecamatan Banyudono, Boyolali ini, mengaku sudah putus harapan. Ia menyesalkan sikap pihak sekolah dan yayasan karena sama sekali tidak bijak dalam melihat persoalan. Menurutnya, selain Ekhsan, juga ada satu teman seangkatan yang hingga kini ijazahnya masih ditahan..


"Kami bukannya tidak mau membayar. Dalam kondisi ekonomi sulit seperti ini, kami kesulitan untuk membayar kontan sesuai syarat yang diminta sekolah. Kami mohon bantuannya harus bagaimana lagi, kami telah berusaha," keluh Heru.


Terpisah, pengurus yayasan yang menaungi SMK Ganesha Tama Boyolali, Indratmoko saat dikonfirmasi hariankota.com melalui sambungan telepon membenarkan bahwa ijazah Ekhsan memang masih ditahan karena belum melunasi tunggakan biaya sekolah.  


"Dia itu (Ekshan-Red) sampai sekarang nggak bayar, jadi otomatis ditahan ijazahnya. Kalau mau solusi, embahnya saja saya minta yang datang kesini, saya kenal dia. Saya tunggu," jawabnya, meskipun jika bertemu tidak dapat menjanjikan bisa memberi keringanan.


Indratmoko juga mengaku, pihaknya tetap tidak bisa memberikan dispensasi berupa keringanan dalam pembayaran melalui angsuran seperti permintaan wali orang tua Ekhsan. Alasannya, khawatir dikemudian hari tidak dilunasi setelah ijazah diberikan.


"Ya (harus lunas semua), kalau nggak gitu, nanti dia (banyak) alasannya. Dulu sudah pernah terjadi, (ada lulusan) katanya mau nyicil, tapi (setelah ijazah diberikan) terus "mbablas ilang" (lari menghilang-Red)," pungkasnya. 




Jurnalis : Sapto 
Editor : Mahardika

Share this Article :