Rekomendasi

UNS Berduka, Tiga Dosen dan Satu Tenaga Didik Meninggal Terpapar Covid-19

Jumat, 18 Juni 2021 : 16.33
Published by Hariankota

Screenshot gelar do'a bersama daring untuk tiga dosen dan satu tendik civitas akademika UNS yang meninggal terpapar Covid-19 (foto istimewa) 

SOLO
- Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berduka, tiga dosen dan satu tenaga didik (tendik) meninggal dunia dengan diagnosa positif terpapar Covid-19. Untuk menghormati, doa bersama secara daring digelar diikutinya seluruh sivitas akademika, baik dosen, tendik, mahasiswa, alumni, dan Dharma Wanita.

Informasi yang didapat hariankota.com, Jum'at (18/6/2021), tiga dosen dan satu karyawan tersebut, Didiek Sri Wiyono (dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam/FMIPA), Arief Taufiqurrahman (dosen Fakultas Kedokteran/FK), Mediyanto (dosen Fakultas Teknik /FT), dan Maretta Elly Susilowati (Subkoor Akademik Fakultas Ilmu Budaya /FIB).

Adapun kegiatan do'a bersama sendiri telah dilaksanakan, Kamis (17/6/2021) kemarin malam. Tujuannya mengirim do'a bagi empat keluarga UNS tersebut, yang telah berpulang.

Rektor UNS, Jamal Wiwoho menyampaikan kesannya selama ini terhadap tiga dosen tersebut, seperti M. Arief Taufiqurrahman adalah dosen hebat, dosen baik, dosen yang amat menyenangkan sekaligus sering menghiasi layar televisi dengan suaranya yang khas.

"Didiek Sri Wiyono, dosen yang saat ini sedang belajar S3 di Inggris. Dia juga aktivis keagamaan yang luar biasa. Di Inggris, beliau menjadi ketua cabang Nahdhatul Ulama. Kapasitasnya sebagai intelektual muda tidak bisa diragukan lagi. Orangnya luar biasa,” jelas Jamal.

Menurutnya, Didiek telah menginspirasi anak-anak muda untuk menempuh pendidikan di luar negeri dan juga melaksanakan riset serta publikasi.

“Ketiga adalah Medianto. Pak Medi adalah dosen yang hebat di Fakultas Teknik, dosen yang energik, penuh vitalitas, dan menginspirasi dosen-dosen muda,” imbuhnya.

Melalui acara gelar do'a bersama secara daring ini, Jamal juga mengkonfirmasi bahwa ketiga dosen tersebut meninggal akibat Covid-19.

“Covid-19 telah memisahkan mereka bertiga dengan kita,” ungkap Rektor.

Diketahui, pada Kamis kemarin, tepatnya pukul 18.00 WIB, Rektor  menerima laporan bahwa hampir setiap fakultas di UNS telah terpapar Covid-19, di antaranya 4 kasus di Fakultas Pertanian (FP) ; 1 kasus di bagian Perencanaan, Perpustakaan, dan Sekolah Vokasi (SV).

Berikutnya menyusul, 3 kasus di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ; 2 kasus di Fakultas Hukum (FH) ; 4 kasus di FMIPA ; 2 kasus di FT ; 2 kasus juga di FKIP ; 4 kasus di RS UNS ; dan 2 kasus di FK yang menimpa dosen.

Tingginya angka kasus Covid-19 di lingkungan UNS membuat seluruh jajaran pimpinan UNS sepakat untuk mengambil langkah pembatasan aktivitas kampus sejak tanggal 18 Juni sampai dengan 25 Juni 2021.

Peraturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran No. 2185/UN 27/ TU/ 2021. Adapun pembatasan aktivitas kampus meliputi pembelajaran yang seluruhnya dilaksanakan secara daring, pembatasan jumlah pegawai kedinasan, dan peminimalan acara rapat secara tatap muka.

Tidak hanya meminimalisir aktivitas akademik, untuk sementara waktu UNS juga menutup seluruh fasilitas umum seperti sarana olah raga, tempat ibadah, dan prasana lainnya baik bagi sivitas akademika maupun masyarakat di lingkungan UNS


Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi




Share this Article :