Rekomendasi

Usai Disorot Presiden Jokowi, Gelombang Operasi Penangkapan Preman Sampai Sukoharjo

Senin, 14 Juni 2021 : 21.46
Published by Hariankota


SUKOHARJO
- Pasca Presiden Joko Widodo (Jokowi) menelpon Kapolri terkait maraknya aksi premanisme dan pungutan liar di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, aparat keamanan di sejumlah daerah mulai gencar melakukan operasi memburu pelaku aksi yang meresahkan tersebut.

Di Sukoharjo, operasi perburuan preman dan pelaku pungli menyasar tempat -tempat keramaian seperti pasar dan terminal. Diantaranya di wilayah Sukoharjo Kota, sedikitnya 6 orang berhasil diamankan. Mereka mayoritas pemuda terdiri pengamen dan juru parkir  (jukir) liar.

Kapolsek Sukoharjo Kota, Polres Sukoharjo AKP Gerry Armando mengatakan, mereka tertangkap basah saat pihaknya menggelar operasi mulai Minggu (13/6/2021) kemarin. Ada tiga lokasi yang jadi sasaran operasi.. 

"Ada yang diamankan dari Terminal Sukoharjo, Pasar Ir Soekarno, dan  kawasan timur SMP Negeri 2 Sukoharjo," kata Gerry saat dikonfirmasi hariankota.com, Senin (14/6/2021).

Untuk para para pengamen disebutkan diamankan dari terminal, inisialnya G (18) warga Jebres, Surakarta, SH (32) warga Bendosari, Sukoharjo, AR (27) warga Polokarto, Sukoharjo, dan RA (21) warga Combongan, Sukoharjo.

"Sedangkan jukir liar diamankan dari pasar ada dua orang. Mereka warga Jetis, Sukoharjo, inisialnya MU (57) dan ARP (21). Dua orang ini tidak memiliki kartu anggota sebagai petugas parkir. Mereka mengutip jasa tidak sesuai retribusi aturan Perda," ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan agar perbuatan yang sama tidak terulang lagi setelah tertangkap, oleh anggota Polsek Sukoharjo Kota dilakukan pembinaan dan arahan di Mapolsek.

"Untuk pengamen dan petugas parkir liar sudah berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya namun apabila para pengamen dan petugas parkir tertangkap yang kedua kalinya, maka akan dilaksanakan tindakan tegas untuk di jerat pasal tipiring," terangnya.

Diakui Kapolsek, operasi pekat dengan sasaran preman dan pelaku pungli merupakan tindak lanjut perintah Kapolri setelah ditelpon Presiden Jokowi. Seluruh jajaran kepolisian diminta memberantas aksi premanisme dan pungli.

"Jadi kegiatan operasi ini sesuai dengan perintah Kapolri, sehingga setiap hari kami melakukan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KKYD), patroli menyisir tempat -tempat rawan pekat," tandasnya.

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor; Gunadi

Share this Article :