Rekomendasi

Ivermectin Masih Uji Klinis, DKK Sukoharjo Tidak Merekomendasikan Untuk Obat Corona

Sabtu, 03 Juli 2021 : 13.18
Published by Hariankota


SUKOHARJO
- Viral penggunaan obat cacing atau Ivermectin yang dipercayai efektif untuk terapi penanganan Covid-19 oleh sebagian masyarakat mendapat tanggapan Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Sukoharjo Yunia Wahdiyati. Ia menegaskan, sejauh ini obat itu masih dilakukan uji klinis.

"Jadi uji klinisnya sedang berjalan, artinya dari Badan POM sendiri sudah merekomendasikan dilakukan uji klinis," kata Yuni kepada hariankota.com, Sabtu (3/7/2021).

Meskipun begitu, ia tak menampik informasi jika di luar negeri ada yang menggunakan Ivermectin sebagai obat terapi penanganan Covid-19. Namun di Indonesia hal itu belum bisa dilakukan. Obat cacing tersebut belum dapat dipastikan sebagai obat penyembuh Covid-19, khususnya di tanah air.

"Mengingat (di Indonesia) masih uji klinis, artinya obat itu belum menunjukkan hasil pasti seperti uji klinis sebelumnya yang sudah dilakukan diluar negeri bahwa Ivermectin itu untuk Covid-19," paparnya.

Dijelaskan Yunia yang juga Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, dari beberapa review yang disampaikan melalui jurnal, dan sudah di share di jurnal kedokteran, ada statemen yang menyampaikan bahwa sebenarnya seorang pasien Covid-19 diberi Ivermectin maupun tidak, hasilnya sama saja.

"Artinya belum bisa diputuskan, bahwa Ivermectin itu baik untuk penanganan Covid-19. Jadi belum ada hasil yang signifikan berdasarkan apa yang disampaikan dalam jurnal itu," ujarnya.

Atas kondisi tersebut, DKK Sukoharjo ditegaskan Yunia tidak merekomendasikan penggunaan Ivermectin, atau bahkan membagi-bagikan seperti telah dilakukan sekelompok masyarakat disalah satu daerah Soloraya beberapa waktu lalu. Sejumlah relawan mendatangi rumah warga yang sedang isolasi mandiri (isoman) dirumah untuk diberi Ivermectin gratis.

"Ini berbeda dengan pemberian Vaksinasi yang masih terus berjalan. Vaksin ini sudah melalui uji klinis dan boleh diberikan kepada kelompok masyarakat tua maupun muda," tegasnya.

Disisi lain, Yunia mengakui jika booming Ivermectin telah membuat kehebohan tersendiri di Sukoharjo. Sejumlah toko obat dan apotik melaporkan beberapa warga ada yang berusaha membeli. Namun karena obat tersebut tidak dijual bebas maka pembelian tanpa resep dokter tidak dilayani.

"Mungkin diantara masyarakat ada yang membeli secara mandiri, kami tidak tahu. Pernah juga kami mendapat informasi, ada warga yang kesulitan mencari di apotek, kemudian mencari melalui online. Tapi apakah kemudian bisa mendapatkan, kami tidak tahu," pungkasnya.

Reporter. Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Share this Article :