Rekomendasi

Langgar PPKM Darurat, Aktivas Mancing dan Nongkrong Warga Dibubarkan Petugas Gabungan

Sabtu, 10 Juli 2021 : 19.29
Published by Hariankota

Foto: Sapto Nugroho

SUKOHARJO
- Petugas gabungan Satgas Covid-19 di Sukoharjo membubarkan kerumunan warga di kolam pemancingan Gendong, Gonilan, Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (10/7/2021). Tindakan tegas terpaksa dilakukan karena warga dinilai melanggar Instruksi Bupati Sukoharjo dalam masa PPKM Darurat.

Selama PPKM Darurat, Bupati Sukoharjo juga menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 400/2124/2021 tentang "Gerakan Sukoharjo Dirumah Saja" pada Sabtu dan Minggu. Meski kebijakan tersebut telah disosialisaikan, namun pengelola usaha pemancingan itu tidak mematuhi.

Saat petugas gabungan TNI-Polri dan Satpol PP dari Kecamatan Kartasura, Sukoharjo datang, terlihat banyak warga tengah nongkrong berjajar dipinggir kolam sambil menunggu tambatan kail pancingnya. Oleh petugas, sekira 150 orang dilokasi itu langsung diminta membubarkan diri.

"PPKM Darurat ini sebenarnya bertujuan meningkatkan kedisiplinan dan pengetatan protokol kesehatan (prokes). Namun rupanya masih saja ada warga yang membandel," kata Camat Kartasura Suyadi Widodo yang memimpin pembubaran bersama Danramil Kartasura Kapten Inf Mardiyanto, dan Kapolsek Kartasura AKP Indra Romantika Hamiadianto.

Menurut Camat, usaha kolam pemancingan yang dikelola seorang warga berinisial AN asal Sanggrahan, Grogol, Sukoharjo Sabtu tersebut, ternyata tidak mengantongi izin alias ilegal. Oleh karenanya, selain membubarkan kegiatan, petugas juga langsung menutup tempat itu selama PPKM Darurat.

"Untuk sanksi dan proses hukum kepada pengelola, langsung ditangani Satpol PP, tentunya sesuai peraturan yang berlaku," ujarnya kepada hariankota.com.

Dijelaskan, sejak hari pertama PPKM Darurat, pihaknya rutin menggelar patroli penertiban sekaligus operasi yustisi ke sejumlah lokasi rawan kerumunan. Sasarannya tidak hanya dijalan utama tempat kawasan pertokoan dan kuliner, namun juga menyisir perkampungan warga.

"Sebelumnya, tindakan tegas dan pembinaan sudah dilakukan terhadap puluhan pedagang saat operasi yustisi. Mereka nekat berdagang diluar jam operasional yang telah ditentukan. Teguran lisan tidak dihiraukan, maka KTP kami tahan. Selain itu, kami juga sudah membubarkan beberapa hajatan warga karena terjadi kerumunan," tandas Suyadi.


Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi





Share this Article :