Rekomendasi

Libatkan PLN, Kapolres Cek Kontinjensi Kebakaran Gudang Farmasi DKK Sukoharjo

Sabtu, 10 Juli 2021 : 18.46
Published by Hariankota

Foto:hariankota.com

SUKOHARJO
- Berkaca dari kebakaran gudang farmasi Dinkes DKI Jakarta, Kamis, 8 Juli 2021 lalu, Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan bersama jajaran melakukan pengecekan dan antisipasi kontinjensi kebakaran gudang farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo di Jl Kakap 71C, Darmosari, Gayam, Sukoharjo, Sabtu (10/7/2021).

Pantauan hariankota.com, kegiatan sebagai upaya memastikan keamanan jaringan dan instalasi listrik di gudang tersebut, juga melibatkan petugas PLN. Kapolres ingin mengetahui sejauh mana antisipasi kontijensi kebakaran sudah dilakukan.

"Kami kesini dalam rangka merespon kejadian kebakaran beberapa waktu di daerah lain. Kami melakukan pengecekan jangan sampai kejadian kebakaran ditempat lain itu, nantinya bisa terjadi disini. Jadi ini sifatnya hanya antisipasi saja," kata Kapolres.

Wahyu juga mengecek kondisi tempat penyimpanan vaksin atau vaccine refrigerator tenaga surya yang memiliki fitur thermostat. Berbeda dengan kulkas biasa yang tidak memiliki kontrol suhu yang baik, penyimpan vaksin ini dapat menjaga suhu tetap dingin selama pemadaman listrik lebih dari satu atau dua jam. 

"Tadi kami sampaikan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan agar dilakukan penjagaan di gudang farmasi seperti piket. Tujuannya, jika terjadi apa-apa bisa lebih cepat diantisipasi," ujar Kapolres.

Menanggapi kunjungan Kapolres yang juga disertai petugas PLN untuk memastikan keamanan jaringan listrik,  Kepala Seksi Farmalkes Alkes dan Perbekes DKK Sukoharjo, Suyanto menyambut baik dan menyampaikan apresiasinya.

"Untuk antisipasi terjadinya kebakaran, kami sudah menyiapkan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dimana masa berlakunya sampai Oktober 2021. Nanti jika sudah lewat masa kadaluarsa akan kami ganti," paparnya.

Diakui Suyanto, untuk piket jaga di gudang farmasi pada hari Sabtu dan Minggu tidak ada. Diluar hari tersebut, piket jaga hanya dilakukan pada malam hari.

"Untuk penyimpanan vaksin, kami menggunakan 3 tempat penyimpanan, dan Insya Allah untuk penyimpanannya cukup. Sedangkan untuk vaksin yang disimpan disini ada dosis 1 dan 2, dan datang setiap 1 sampai 2 minggu sekali," ungkapnya.

Menyinggung tentang obat yang disimpan di gudang tapi sudah habis masa kadaluarsanya, ia mengatakan telah melaporkan kepada PT. Ara (distributor) dan Pemkab Sukoharjo,

"Selanjutnya nanti dari Pemkab melakukan jadwal untuk dilakukan pemusnahan dimana pemusnahan dilakukan 1 - 2 kali dalam satu tahun," pungkasnya.

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Share this Article :