Rekomendasi

Sidang Tipiring Pelanggaran PPKM Darurat, Seorang Pedagang Pecel Belut Didenda Rp 5 Juta

Selasa, 13 Juli 2021 : 19.36
Published by Hariankota


SUKOHARJO
- Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo menjatuhkan vonis denda Rp 5 juta subsider kurungan 2 bulan terhadap terdakwa pelanggar PPKM Darurat, Eko Agus Wijayanto (38), warga Desa Plumbon, Mojolaban, Sukoharjo.


Eko pedagang warung makan pecel belut, dalam sidang tipiring yang digelar secara daring pada, Selasa (13/7/2021), dinyatakan terbukti melanggar Perda Nomor 10 Tahun 2021 tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit.


Saat operasi yustisi gabungan Satpol PP, TNI dan Polri, ia kedapatan mengabaikan Instruksi Bupati Sukoharjo tentang PPKM Darurat, yakni nekat membuka usaha hingga memicu kerumunan pelanggan yang makan di tempat. Instruksi Bupati juga membatasi jam operasional  hanya sampai pukul 20.00 WIB.


"Kami laksanakan persidangan daring dari operasi yustisi dari siang dan malam hari, ada dua orang pelanggar PPKM Darurat di Sukoharjo di sidang tadi," kata Kepala Satpol PP Sukoharjo, Heru Indarjo kepada hariankota.com.


Operasi yustisi gabungan, menurut Heru akan terus dilakukan secara masif selama PPKM Darurat. Targetnya mendisiplinkan masyarakat agar patuh membatasi mobilitas yang dapat memicu kerumunan.


"Ancaman hukumannya itu, 1 bulan kurungan atau denda maksimal Rp50 juta. Tapi keputusannya tergantung keyakinan hakim. Kami bekerjasama dengan kepolisian menyampaikan alat bukti untuk persidangan," terang Heru didampingi Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Sapto Tarjono.


Dalam sidang yang berlangsung secara marathon ini, sebelumnnya hakim juga menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp 1,5 juta kepada Agus Nuryanto (47) warga Grogol, Sukoharjo pengelola usaha pemancingan Genthong di Desa Gonilan, Kartasura, Sukoharjo.  


"Pemancingan tersebut tidak memiliki izin dan melanggar ketentuan PPKM Darurat tentang kerumunan. Saat operasi yustisi gabungan, didapati banyak orang sedang nongkrong sambil mancing. Saat itu juga langsung kami bubarkan," tandas Heru.



Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :