Rekomendasi

Warga Kecewa Terlanjur Antri, Vaksinasi Berbayar Kimia Farma Mendadak Ditunda

Senin, 12 Juli 2021 : 14.48
Published by Hariankota


SUKOHARJO
- Tingginya antusiasme warga ikut layanan vaksinasi gotong royong yang digelar PT. Kimia Farma berbuah kekecewaan. Di Sukoharjo, puluhan warga gagal mengantri setelah petugas apotek Kimia Farma cabang jalan Veteran Sukoharjo, menyatakan belum dapat melayani dengan alasan ada penundaan.


Semula PT Kimia Farma  menyampaikan ke publik melalui berbagai pemberitaan media massa, menjadwalkan program vaksinasi gotong royong individu serentak mulai buka di sejumlah klinik cabang, salah satunya di Sukoharjo pada hari ini, Senin (12/07/2021).


Program vaksinasi Covid-19 berbayar tersebut rupanya mendapat sambutan masyarakat. Puluhan warga berbondong-bondong datang ingin mendaftar. Mereka, tidak hanya warga asal Sukoharjo saja, tapi tidak sedikit yang datang dari luar kota. Bahkan ada juga satu keluarga dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah.


Adalah Rudi Endaryanto (52) warga asal Palangkaraya tersebut. Kepada hariankota com, ia mengaku datang berempat, bersama istri dan dua anaknya. Semula datang ke Sukoharjo untuk suatu keperluan dan menginap di daerah Gentan, Baki.


Mengingat untuk kembali ke Palangkaraya naik pesawat selama PPKM Darurat harus mengantongi kartu vaksin minimal dosis pertama dan Swab PCR sebelum H-2 terbang, maka ia pun rela ikut datang mengantri di apotek Kimia Farma mendaftar vaksinasi mandiri.


“Ya saya kan mendapatkan informasi hari ini sudah dibuka, terus saya ke sini untuk mengecek. Tadi kami sempat muter -muter sampai Stasiun Balapan Solo. Programnya bagus, tapi implementasinya saja yang kurang dan terlalu terburu-buru. Bahkan belum siap,” ujarnya kecewa.


Senada, Tri Widayati (40), warga Nguter, Sukoharjo yang datang berboncengan motor bersama suami juga tak kalah kesalnya. Ia sangat berharap bisa mendapatkan vaksinisasi, karena selama ini sering bepergian keluar kota untuk urusan pekerjaan.


"Sebelumnya saya juga dapat info vaksinisasi gratis yang diselenggarakan TNI sama Polri beberapa waktu lalu, tapi sudah penuh. Terus ini mau ikut vaksinasi mandiri, tapi tadi dijawab oleh petugasnya, vaksinnya belum ada, dan belum tahu kapan pelaksanaannya," paparnya.


Ditemui disela antrian warga yang kecewa, Koordinator Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong Individu wilayah Sukoharjo, Andreas mengaku, pihaknya belum bisa melayani vaksinasi karena mendapat pemberitahuan penundaan secara mendadak dari kantor pusat di Jakarta.


"Pemberitahuan memang mendadak, baru tadi malam kami terima. Hari ini kami mau koordinasi dengan DKK Sukoharjo, nanti untuk tindak lanjutnya kami menunggu arahan dari kantor pusat," ujarnya singkat.


Seperti diketahui, Kimia Farma telah menginformasikan rincian harga pembelian vaksin ditetapkan sebesar Rp321.660 per dosis dan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp117.910 per dosis.


Dari rincian harga itu, maka jika dibutuhkan dua kali dosis, masyarakat harus mengeluarkan biaya sendiri Rp643.320 untuk suntikan dan Rp235.820 untuk layanan. Jika ditotal Rp879.140/orang.




Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :